Connect with us

Sarolangun

Tuntut Libatkan Pekerja Lokal, Proyek Pembangunan Dam Raksasa di CNG Didemo Warga Dua Desa

-

8.580 views
Puluhan Warga desa Pemuncak dan Kampung Tujuh melakukan aksi di Kantor Perusahaan pembangunan Dam Raksasa Sungai Batang Asai di Desa Kampung Tujuh

NEWSJAMBI.ID, SAROLANGUN- Puluhan warga Desa Pamuncak dan Desa Kampung Tujuh kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) melakukan aksi unjuk rasa di kantor pembangunan jaringan irigasi atau Dam Raksasa Sungai Batang Asai yang berada di desa Kampung Tujuh, Selasa (05/05/2020).

Aksi yang dilakukan oleh warga menuntut untuk di pekerjakan oleh perusahaan PT Nandya Karya dalam kegiatan paket 1 pembangunan jaringan irigasi yang berada di desa Pemuncak dan Kampung Tujuh.

Dalam aksi yang dilakukan, warga menghentikan para pekerja PT. Nandya Karya yang sedang berjalan di Desa Kampung Tujuh.

“Kami hanya ingin dilibatkan dalam pekerjaan, kami tidak ingin menjadi penonton sebuah proyek besar di kampung kami sendiri,” ujar Agus Parabuansah salah satu warga yang ikut aksi.

Menurutnya, Aksi yang dilakukan kali ini merupakan aksi kedua kalinya dengan tujuan yang sama, dan menuntut realisasi pada aksi pertama yakni melibatkan masyarakat lokal dalam pengerjaan proyek pembangunan tersebut.

“Ini aksi yang kedua kalinya, namun belum ada juga tanggapan dari pihak perusahaan terkait hasil mediasi pada aksi sebelumnya yakni pada tanggal 4 kemarin. Kami akan terus melakukan aksi sampai tuntutan kami di kabulkan oleh perusahaan,” pungkasnya. (ika)

Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. elsa pebrina

    Mei 5, 2020 at 9:44 pm

    Dulu sempat kerja di proyek ini waktu pembangunan tahap awal, setelah kontrak 3 tahun pertama selesai bos janjikan kalo masih NK yg dapat pembangunan paket 1 ( irigasi) bos akan memanggil staf yg lama, tapi nyatanya sekarang yg kerja disana kebanyakan keluarganya bos semua ( proyek keluarga) kami anggota yg lama di lupakan dan masih menunggu sampai setelah lebaran 😊
    oh yaa, saya orang lokan

  2. Rexy pratama

    Mei 6, 2020 at 10:18 am

    Di bagi warga Tempatan kerja, kerja main-main, giliran proyek gagal, perusahaan yang di salahkan, tidak di ikut sertakan kerja proyek tersendat, seharusnya saling mengerti satu sama lain.

Tinggalkan Balasan