Connect with us

Sarolangun

Kejari dan Inspektorat Periksa Realisasi Belanja Covid-19 Sarolangun

-

1.875 views
Kejari Sarolangun bersama Inspektorat dan Polres Sarolangun memeriksa APD hasil belanja dana Covid-19 kabupaten Sarolangun tahap 2

NEWSJAMBI.ID, SAROLANGUN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun bersama Inspektorat dan Polres Sarolangun melakukan pengecekan terhadap realisasi belanja dana Covid-19 kabupaten Sarolangun tahap kedua.

Pengecekan dilakukan terhadap mutu dan harga barang belanja berupa Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan wabah pendemi Covid 19 di Kantor Dinas Kesehatan Sarolangun Senin, (18/05/2020)

Kejari Sarolangun melalui Kepala Seksi Perdata dan Tun, Dasril mengatakan bahwa pihaknya hanya melakukan pendampingan dalam realisasi anggaran Covid 19 Pemkab Sarolangun sesuai dengan permintaan yang telah disampaikan oleh pihak dinas Kesehatan Sarolangun. Agar dana tersebut tepat sasaran dan tidak disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Iya, hari ini kita melakukan pengecekan terhadap barang- barang APD Covid 19 yang telah dibelanjakan melalui anggaran Covid 19 Pemkab Sarolangun,” ujar Dasril.

Menurutnya, dalam pengecekan APD tersebut, pihaknya tidak menemukan kejanggalan apapun. Meskipun demikian Ia tetap meminta kepada pihak terkait untuk kembali melakukan audit terhadap harga barang APD yang telah dibeli tersebut.

“Kita tetap meminta kepada pihak Internalnya untuk melakukan audit terkait harga-harga APD, yang kapan pun bisa berubah. Hari ini harganya murah, besok bisa saja malah, dan begitu pula sebaliknya,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sarolangun melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P, Harta Saputra mengatakan bahwa anggaran Covid 19 tahap ke dua mencapai 2,1 Milyar dan yang telah dibelanjakan lebih kurang mencapai 1,7 Milyar dan ada beberapa Item APD yang belum dibeli oleh pihaknya.

“Rincian barangnya itu, Masker 1500 box, masker scuba ada 20.000 pis, APD 400 set, Disenfektan ada 500 Liter, Hand Sanitizer ada 400 botol. Namun untuk perlengkapan jenazah belum kita beli, karna harganya sangat jauh dari perkiraan dan kita masih menunggu petunjuk selanjutnya,” pungkasnya. (ika)

Advertisement
Komentar

Tinggalkan Balasan