Connect with us

Merangin

Diduga BLT Tak Tepat Sasaran, Kantor Desa Air Batu, Merangin Diamuk Warga

-

3.300 views
Ratusan warga Desa Air batu, Kecamatan Renah Pembarap, Merangin membakar Posko Gugus Tugas Covid-19 di desa tersebut dan merusak kantor desa.

NEWSJAMBI.ID, MERANGIN- Diduga penyaluran Bantuan Tunai Langsung (BLT) Dana Desa (DD) tidak tepat sasaran, Ratusan warga Desa Air batu, Kecamatan Renah Pembarap, Merangin membakar Posko Gugus Tugas Covid-19 di desa tersebut dan merusak kantor desa.

Informasi yang didapat, Amukan warga ini terjadi di Desa Air Batu itu terjadi, Selasa malam (19/5/2020) sekitar pukul 22.30 Wib. kemarahan warga dipicu masalah pembagian BLT DD karena dianggap tidak tepat sasaran. Bahkan ada orang yang mampu mendapat bantuan. Sementara yang susah malah tidak dapat. 

Tidak puas membakar pos gugus tugas, warga juga menumpahkan kekesalannya dengan merusak kantor desa. Akibatnya hampir seluruh fasilitas di kantor desa tersebut rusak parah. Kaca kaca juga dipecah.

Selain itu warga juga memblokir jalan masuk ke desa tersebut, Belum ada keterangan resmi dari Pemda Merangin terkait kejadian tersebut. Kapolsek Sungai Manau Iptu Kasto mengatakan kasus tersebit masih diselidiki. 

Hingga Rabu dini hari suasana di lokasi masih mencekam. Sementara untuk mengamankan lokasi, polisi dibantu TNI kabarnya sudah turun ke desa tersebut.

Aksi pembakaran pos gugus tugas covid-19 dan pengrusakan kantor Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pemberap, Merangin merupakan puncak kemarahan warga. Sebelum melakukan aksi anarkis tersebut, ternyata warga sudah dua malam melakukan protes soal pembagian Bantuan Tunai Langsung (BLT).

Seorang warga warga Air Baru yang minta namanya tidak disebut, mengatakan warga tersulut emosi lantaran pemerintah desa tidak transparan dalam membagikan BLT tersebut.

“Gara-gara BLT, karena dinilai tidak tepat sasaran dan pemerintah desa tidak transparan,” ungkapnya. 

Sebenarnya, kata dia, sudah dua malam warga protes terkait BLT tersebut. Sebelumnya warga mendatangi rumah Kades. Dan Selasa malam rencananya mau dibahas dalam rapat di Kantor Desa. Namun tidak satupun perwakilan pemerintah desa yang datang. 

“Merasa dicuekin, warga pun kesal. Karena tidak ada Pemdes yang hadir dan menjelaskan persoalan BLT. Padahal sudah dua malam warga menanyakan terkait BLT. Tapi tidak ada sama sekali jawaban dari Pemerintah Desa,” jelasnya. 

BLT sudah disalurkan Pemdes banyak bermasalah. Seharusnya banyak warga yang layak dapat bantuan, fakta di lapangan tidak terdata atau justru tidak dapat bantuan.

“Anehnya malahan yang dapat bantuan adalah warga yang dianggap cukup mampu,”pungkasnya (ika)

Advertisement
Komentar

Tinggalkan Balasan