Connect with us

Sarolangun

Biadab, Seorang Ayah Didesa Simpang Nibung ini Tega Cabuli Putri Kandungnya Selama 2 Tahun

-

88.735 views
Tersangka Heri bin Mat Jum saat di amankan di Mapolres Sarolangun karena mencabuli putri kandungnya yang masih di bawah umur selama 2 tahun

NEWSJAMBI.ID, SAROLANGUN- Biadad, itu lah kata-kata yang pantas dilontarkan kepada seorang ayah di desa Simpang Nibung kecamatan Singkut atas nama Heri bin Mat Jum umur 37 tahun. Ia tega mencabuli dan menyetubuhi putri kandungnya sendiri berinisial E selama dua tahun atau semenjak tahun 2018. Parahnya lagi, pada waktu pertama kali Ia melakukan perbuatan bejaj tersebut, putrinya masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

Perbuatan Heri terbongkar setelah putrinya sudah tidak sanggup lagi melayani nafsu birahi ayahnya, hingga melaporkan perbuatan ayahnya kepada ibunya. Mendengar cerita dari anaknya, ibunya shock dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian Polres Sarolangun.

Mendapat laporan tersebut dengan nomor laporan polisi LP/ B-81/N/2020/SPKT/ Res Sarolangun, tanggal 29 Mei 2020 tentang pencabulan anak dibawah umur Unit Idik I Sat Resrkrim Polres Sarolangun yang dipimpin oleh Aipda Romi. S bersama dengan Unit Reskrim Polsek Singkut langsung melakukan penyelidikan keberadaan terlapor.

Tepatnya pada Jum’at (29/05/2020) sekitar pukul 16.30 Wib, Heri berhasil diamankan dikediamannya di desa Simpang Nibung, pada saat itu pelaku di ketahui sedang akan pergi memancing.

Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto, S.IK, M, SI didampingi oleh Kasat Reskrim Iptu Bagus Varia, S.IK saat di konfirmasi membenarkan adanya penangkapan pelaku pencabulan anak dibawah umur tersebut. Menurutnya, Pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Sarolangun.

“Ya benar, untuk waktu dan tempat kejadiannya yakni pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 Pukul 23.00 Wib di dalam kamar korban di Rt 01 desa Simpang Nibung kecamatan Singkut,” ujar Kapolres Sarolangun, Selasa (02/06/2020)

Dijelaskan Kapolres, adapun kronologis kejadian yakni ada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 Pukul 23.00 Wib di dalam kamar korban di Rt 01 desa Simpang Nibung kecamatan Singkut, pada saat itu korban sedang tidur, kemudian tersangka mendekati korban lalu korban
terbangun dan melihat tersangka, kemudian tersangka berkata:

“Diam kau, kalau dak diam nanti kau dengan mak kau ku bunuh”

Setelah mengancam, kemudian tersangka menciumi korban dan meremas payudara korban, kemudian tersangka menurunkan celana dan celana dalam korban sebatas paha kemudian tersangka dengan menggunakan tangan kanannya menyentuh kemaluan korban kemudian menggesek-gesekkan tangannya.

Tak hanya sebatas itu, tersangka juga dengan leluasa memasukkan jari-jari tangannya kedalam kemaluan korban yang merupakan putrinya sendiri. Setelah itu tersangka juga memaksa putrinya melakukan coli terhadap kemaluannya hingga berakhir dengan persetubuhan.

“Menurut keterangan tersangka, perbuatan pencabulan ini dilakukan semenjak korban duduk di kelas 6 SD yakni tahun 2018,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, Heri dituntut dengan pasal 82 ayat (1), (2) Jo Pasal 76E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun dan paling maksimal 15 tahun. (ika)

Advertisement
Komentar

Tinggalkan Balasan