Connect with us

Sarolangun

Ketua DPRD Sarolangun Sebut Biaya Perawatan 3 Pasien Covid-19 di Sarolangun Tembus 700 Juta

-

2.990 views
Ketua DPRD Sarolagun, Tantowi Jauhari

SAROLANGUN- Masyarakat Sarolangun tentunya belum mengetahui berapa jumlah biaya pengobatan hingga perawatan 3 pasien Covid-19 yang saat ini masih di isolasi di RSUD Sarolangun.

Dari dana 26 Milyar yang disediakan pemkab Sarolangun untuk pencegahan dan Penandatanganan covid-19, saat ini sudah terpakai 7 Milyar, dari dana 7 Milyar yang terpakai tersebut 700 juta hanya untuk biaya pengobatan dan perawatan 3 pasien covid-19.

“Tak disangka, ternyata biaya ketiga pasien covid-19 di RSUD Sarolangun mulai dari isolasi sampai penanganan dan pengobatan cukup tinggi, hingga sampai saat ini hampir lebih kurang Rp 700 juta biayanya,” ujar ketua DPRD Sarolangun, Tantowi Jauhari saat di wawancarai usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Sarolangun dengan pihak penegak hukum, Badan Pengawas Keuangan (BPK) provinsi Jambi, Kejaksaan Negeri Sarolangun dan Polres Sarolangun di ruang pola kantor Bupati Sarolangun, Selasa (16/06/2020)

Menurutnya, Ia sempat terkejut dengan biaya perawatan tersebutan, karena perawatan 3 pasien Covid-19 baru kurang lebih 2 bulan di RSUD Sarolangun.

“Sempat terkejut mendengar biaya perawatan dan pengobatannya, rupanya itu sudah melalui standar kesehatan, dimana dokter yang menangani mendapatkan insentif setiap mengecek pasien sebesar 500 ribu, dalam sehari mereka bisa 3 sampai 4 kali melakukan pengecekan dan mereka dibayar langsung dengan dana Covid-19 ini,” jelasnya.

Maka dari itu, ia berharap agar masyarakat Sarolangun selalu mematuhi protokol kesehatan saat melakukan aktivitas di luar rumah. Meskipun sudah memasuki new normal, masyarakat diminta untuk menggunakan masker, sering mencuci tangan dan hindari keramaian.

“Semoga pandemi di kabupaten Sarolangun ini cepat berlalu, dan dalam proses menuju New Normal ini semua bisa beraktifitas seperti sedia kala dengan mematuhi protokol kesehatan, tetap jaga jarak, makai masker jangan sampai terabaikan,” harapnya. (ika)

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Adeng Sukana

    Juni 24, 2020 at 5:34 pm

    Selama saya di rawat d RS chatib tdk pernah dokter yg ngecek masuk k ruangan pasien

Tinggalkan Balasan