Connect with us

Sarolangun

Pihak RSUD Sarolangun Berikan Insentif Bagi Para Tenaga Medis Covid-19

-

730 views
Dirut RSUD Sarolangun, dr. Bambang Hermanto

NEWSJAMBI.ID, SAROLANGUN- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof DR H Chatib Quzwain (CQ) Kabupaten Sarolangun telah merealisaikan pencairan insentif untuk para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19 di kabupaten Sarolangun.

Pemberian insentif bagi para tenaga medis tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) tim gugus tugas kabupaten Sarolangun tanggal 17 Juni 2020.

Adapun besaran insentif yang direalisasikan untuk tenaga medis sebesar Rp 834.400.000 ditambah dana puding sebesar 35.840.000 dengan total Rp 870.240.000 dalam kurun waktu dua bulan yakni Maret dan April 2020

Direktur RSUD CQ Sarolangun, dr. Bambang Hermanto mengatakan bahwa nominal isentif yang diterima tenaga medis RSUD CQ secara bervariasi sesuai dengan jadwal kerja para petugas.

“Insentif yang diterima sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah kepada tenaga medis, mereka merupakan garda terdepan dalam pengabdian di masa Pandemi Covid-19 di kabupaten Sarolangun,” ujar dirut RSUD Sarolangun yang juga merupakan juru bicara covid-19 kabupaten Sarolangun.

Lanjutnya, sebelumnya pihaknya sudah membentuk tim penangan pasien Covid-19 sebanyak 64 orang yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, tenaga rontgen, tenaga labor, security, perawat dan room boy.

“Bahaya penularan Covid-19 sangat rentan sekali terjadi pada tenaga medis, karena mereka merupakan garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19, mereka berjuang untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di Sarolangun,” terangnya.

Ia menyakani bahwa insentif sebesar Rp.834.400.000 selama dua bulan dinilai normal. Ini tidaklah melebihi, karena penghargaan pemerintah pada pengabdian tim medis dalam menangani pasien Covid-19 di Kabupaten Sarolangun, hal tersebut juga disesuaikan dengan anjuran pemerintah pusat dan juga anjuran Bupati.

Anggaran untuk tenaga medis yang menangani pasien Covid-18 adalah resmi, dimana berasal dari anggaran pemerintah daerah yang diusulkan melalui Tim Gugus Tugas Kabupaten Sarolangun serta mengacu pada mekanisme pencairan sesuai dengan aturan keuangan.

“Saya kira insentif sebesar itu selama dua bulan normal dan tidaklah menyalahi aturan,”pungkasnya. (ika)

Advertisement
Komentar

Tinggalkan Balasan