Connect with us

Sarolangun

Asisten II Bupati Sarolangun, Minta Agrindo Selesaikan Pesangon Tidak Perlu Tunggu Tahap Anjuran

-

2.535 views
Suasana mediasi antara PT. APTP dengan eks karyawan.

Newsjambi.id, Sarolangun– Persoalan pembayaran pesangon 25 Exs Karyawan PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa (APTP) yang tidak sesuai dengan peraturan Undang-undang yang mengatur tentang pesangon, akhirnya berlanjut pada mediasi ditingkat pemerintah daerah kabupaten sarolangun.

Hadir dalam mediasi ini, Sekda Sarolangun yang diwakili Asisten II Dedi Hendri,Kabag Ekonomi Haris,Kepala Dinas Nakertran Sarolangun Solahuddin Nopri, sementara dari pihak Perusahaan PT.APTP Askep Perusahaan Abdul Rahman, Kasat Scurity Amin dan Humasnya Ace beserta Puluhan Eks Karyawan Agrindo lainnya.

Asiten II Bupati Sarolangun Dedu Hendri, usai mendengar penjelasan dan keterangan tentang mediasi yang dilakukan dimeja Disnaker hingga tahap kedua mediasi tidak menemukan titik temu dan tetap mengarahkan keanjuran, ia meminta kepada pihak perusahaan dapat melunak dengan memenuhi tuntutan 25 karyawannya yang di PHK sesuai aturan undang undang yang berlaku pada pasal 164 ayat 3 tentang pembayaran pesangon.

“Saya disini diminta langsung oleh bapak sekda untuk memimpin rapat ini, harapan saya pembayaran pesangon ini tidak perlu sampai keanjuran.”pintanya kepada perwakilan perusahaan agrindo yang hadir disana.

Dijelaskannya juga atas pembangkangan pihak perusahaan ini dengan menolak membayar pesangon sesuai undang undang yang dimaksud, dedi juga menekankan agar pihak perusaan ikuti aturan.

“Aturan sudah ada dari pemerintah, ya tidak perlu lagi bayar pesangon harus sampai keanjuran.”pungkasnya lagi.

Berdasarkan pantauan wartawan ini, mediasi yang berlangsung diruang pola bupati sarolangun kemarin (30/06) yang memakan waktu hampir satu jam tersebut, dedi meminta dimediasi yang akan datang pihak perusahaan harus menghadiri manager, karna Askep bersama timnya perusahaan yang hadir tidak dapat memberikan penjelasan detail dan selalu beralasan bagai mana mempertahankan pesangon versi mereka tetap diterima oleh 25 exs karyawannya.

“Saya minta kedepan minimal menejernya yang ketemu saya, atau pemutusnya langsung pemilik usaha. Ini harus, jangan punya usaha saja maunya disini.”tegasnya kepada Askep Agrindo.

Ivo, ketua serikat PBSS yang juga merupakan salah satu karyawan yang di PHK, saat diwawancarai wartawan ini mengatakan, untuk mengantisipasi persoalannya bersama teman senasib seperjuangannya itu, kedepan akan melakukan aksi unjuk rasa ke PT APTP.

“Kalau memang hak kami tidak dipenuhi, kedepan terpaksa kami melakukan aksi ke agrindo, seperti menghentikan aktipitas,klaim lahan dan aset.”ujar ivo.(br)

Advertisement
Komentar

Tinggalkan Balasan